web counter

Sejarah Nama Kampung Di Kota Yogyakarta Yg Berada Pada Daerah Kadipaten Pakualaman Yogyakarta

Gunungketur. Kampung Gunungketur bermakna tempat tinggi yang dikeramatkan. Keberadaan kampung ini pada sebelah timur keraton. Pada masa Kadipaten Pakualaman pada bawah Sri Pakualam I, gundukan tanah yang tinggi pada timur keraton lalu diratakan buat loka pemakaman kerabat Pakualam, antara lain: BR Resminten, garwa ampeyan KPH Natakusuma II (BRH Salya).

Banaran. Artinya adalah loka padang yang luas. Dulu pada loka tersebut berdiam seseorang pangeran, yakni Panji Jayengatma, cucu Natasukma I (menantu Pakualam III). Pada saat ini tinggal menyerupai sebuah beteng. Di Banaran ini masih ada pohon nogosari dan sukun, sebagai akibatnya wilayah tadi dikenal menjadi Jalan Sukun.

Kauman Pakualaman. Kampung Kauman Pakualaman ini terletak pada belakang Masjid Pura di seblah barat Pura. Di tempat tersebut berdiam kelompok kaum santri dan para ulama Pakualaman.

Nototarunan. Kampung Nototaruan dahulu adalah tempat kediaman Pangeran Nototaruno, putra Notokusumo II yg lalu menjadi menantu Pakualam III. Di tempat tadi berdiam seseorang Pangeran Jayenghamrita, putra Jayengbirawan III, cucu Nototaruna.

Jayaningprang. Artinya unggul dalam peperangan. Kampung ini berkaitan dengan nama berdasarkan putra Suryaningprang I yg kemudian menjadi sebutan jalan miniJayengprangan. Dahulu jalan tersebut terkenal menggunakan sebutan Jalan Kemayoran.

Margoyasan. Kampung Margoyasan ini berasal berdasarkan kata ”marga” atau jalan dan ”yasan” atau protesis. Jadi, Margoyasan berarti jalan protesis. Konon, daerah ini merupakan pemberianberdasarkan Sri Pakualam.

Juminahan. Pada jaman dulu Kampung Juminahan merupakan loka tinggal BRAy Juminah, putri ke-60 Pakualam I berdasarkan garwa R. Daniswara Asmaralupi. Jalan Juminahan membujur dari arah barat ke timur.

Harjowinatan. Kampung Harjowinatan berada di sekitar dalem Pangeran Harjowinoto, menantu Pakualam II. Di sebelah utara kampung tadi dulu masih ada asrama prajurit kerajaan.

Sureng Juritan. Kampung Sureng Juritan asal berdasarkan nama seorang putra Pakualam I, yaitu KPH Surengjurit yang bermakna sebagai prajurit yang tangguh.

Jagalan. Kampung Jagalan merupakan loka hunian tukang menyembelih hewan, yakni abdi dalem miji yang diorganisasi sang lurah & bekel Pakualaman. Ternak yang dijagal, diantaranya: sapi, kerbau, & babi. Di kampung ini terdapat Jagalan Beji dan Jagalan Ledoksari.

Pujowinatan. Kampung Pujowinatan berada di sekiar dalem RM Riya Pujowinoto, cucu Pakualam II yg lalu diklaim menjadi Pujowinatan.

Ledoksari. Disebut Kampung Ledoksari karena pada situ masih ada ledokan, yakni semacam parti, loka lingga-yoni.

Beji. Kampung Beji mempunyai arti tempat yg kudus karena dulu merupakan loka buat semedi. Dulu pada loka tersebut masih ada kolam untuk pemandian.

Kepatihan. Dulu dalem Kepatihan merupakan tempat tinggal pepatih dalem Kadipaten Pakualaman. Keberadaan dalem tadi pada sebelah barat Pura Pakualaman

Purwanggan. Kampung Purwanggan berada di sebelah utara Pura Pakualaman. Nama Purwanggan berarti orang yang pertama kali atau paling awal menyediakan tubuhnya buat sebagai seseorang abdi dalem Pura Pakualaman.

Tulisan diambil dari buku:“Dinamika Kampung Kota Prawirotaman pada Perspektif Sejarah dan Budaya”. Penulis: Sumintarsih, dkk., Penerbit: BPNB D.I. Yogyakarta. Tahun: 2014